PERTEMUAN RUTIN MGBK SMP KOTA PALEMBANG ANGKAT TEMA INSTRUMEN SUPERVISI LAYANAN BK DAN KETERAMPILAN MICRO-SKILL ABAD 21

Palembang, 15 November 2025 — Musyawarah Guru Bimbingan dan Konseling (MGBK) SMP Kota Palembang kembali menggelar pertemuan rutinnya pada Sabtu (15/11) dengan menghadirkan dua fokus utama yang sangat relevan dengan kebutuhan sekolah saat ini, yaitu Instrumen Supervisi Layanan BK di Sekolah dan Keterampilan Microskill Abad 21 untuk Konselor.

Kegiatan yang berlangsung di SMP Negeri 34 Palembang ini dihadiri oleh seluruh Guru BK SMP Negeri dan Swasta se-Kota Palembang. Kehadiran para pendidik BK menunjukkan tingginya komitmen untuk memperkuat profesionalisme dalam memberikan layanan yang bermutu kepada peserta didik di tengah dinamika kebutuhan pendidikan yang terus berkembang.

Ketua MGBK SMP Kota Palembang, Imam Bastoh Amarullah, S.Pd., Gr. dalam sambutannya menegaskan bahwa supervisi layanan BK merupakan aspek penting dalam memastikan layanan yang diberikan Guru BK berjalan sesuai standar, efektif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik.
“Supervisi bukan hanya evaluasi, tetapi juga pendampingan yang mendorong Guru BK mampu merefleksi praktiknya, mengembangkan kompetensi, dan memastikan seluruh program BK selaras dengan Profil Pelajar Pancasila serta tantangan zaman,” ujarnya.

Perwakilan dari Penanggung Jawab MGBK SMP Kota Palembang Ibu Amrina Jaya, S.Pd. dalam sambutannya menyampaikan dukungan penuh terhadap upaya MGBK dalam meningkatkan kompetensi Guru BK.

“Peran Guru BK semakin strategis dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan. Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap layanan BK di sekolah semakin profesional dan berdampak langsung pada perkembangan peserta didik,” terangnya.

Selain pembahasan instrumen supervisi, materi mengenai keterampilan micro-skill abad 21 juga menjadi sorotan utama. Narasumber menyampaikan bahwa konselor sekolah perlu menguasai keterampilan dasar konseling seperti attending, empathy, questioning, paraphrasing, hingga summarizing, namun dikembangkan dengan pendekatan abad 21 yang menuntut adaptasi teknologi, komunikasi kolaboratif, pemecahan masalah, dan literasi digital.
“Guru BK saat ini harus mampu menggunakan teknologi sebagai alat bantu asesmen, konsultasi, hingga intervensi. Keterampilan micro-skill perlu diperkuat untuk menghadapi karakter peserta didik generasi digital,” jelas narasumber dalam paparannya.

Pertemuan rutin ini juga menjadi ruang kolaborasi bagi para Guru BK untuk berbagi praktik baik, berdiskusi tentang tantangan di lapangan, serta merumuskan strategi pengembangan layanan BK di sekolah masing-masing.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, MGBK SMP Kota Palembang berharap Guru BK semakin siap dalam menghadapi tuntutan profesionalisme dan mampu memberikan layanan yang tidak hanya responsif tetapi juga transformatif bagi perkembangan peserta didik.

Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi terbuka dan penyusunan rekomendasi tindak lanjut yang akan menjadi acuan dalam supervisi layanan BK di sekolah pada periode mendatang.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *